Coba Tembus Gaza
Kapal Rachel Corrie Takkan Berhenti Kecuali 'Dipaksa' Israel
Nurul Hidayati - detikNews

Haaretz.com
"Kami tidak berhentui dan tidak bermaksud untuk berhenti," ujar mantan Asisten Sekjen PBB Denis Halliday yang menjadi peserta misi yang berangkat dari Irlandia itu, seperti dilansir CNN, Jumat (4/6/2010).
"Kami hanya berhenti bila Israel memaksa kami berhenti," imbuhnya.
Kapal Rachel Corrie, nama aktivis AS yang terbunuh di Gaza beberapa tahun lalu, diperkirakan tiba di lepas pantai Gaza pada Jumat malam atau Sabtu dinihari.
Israel telah menawarkan untuk membongkar kargo kapal itu di Pelabuhan Ashdod, memeriksa barang bawaan kapal dan mengirimkannya ke Gaza. Namun kekhawatiran akan adanya konfrontasi seperti tragedi Mavi Marmara, tetap membayangi.
Meski demikian, Halliday menyatakan, 11 orang yang berada di kapal -- yang membawa 550 ton semen untuk membantu membangun kembali sekolah, rumah dan bangunan rusak lainnya di Gaza -- tidak merencanakan untuk berkonfrontasi dengan Israel yang mungkin akan menghentikan kapal di tengah jalan.
"Kami akan mundur dan menunjukkan bahwa kami tidak berbahaya dan tidak bersenjata, kami tidak melakukan perlawanan," katanya. "Kami tidak akan membuat kesalahan bodoh," imbuhnya.
Pada Kamis pagi, aktivis Free Gaza Movement (FGM) menyatakan pada CNN bahwa Rachel Corrie menunda pelayarannya untuk pemasangan perlengkapan video dan alat-alat satelit untuk merekam apa yang terjadi di kapal. Peralatan itu untuk tujuan keamanan.
Adam Shapiro, seorang aktivis FGM yang berada dalam kapal, menyatakan, peralatan tambahan itu digunakan untuk tujuan keamanan.
Dia menyatakan, Israel tentunya akan mencegat kapal tersebut dan dia berharap teknologi rekaman yang ada di kapal akan membuat perilaku tentara Israel yang akan memasuki kapal Rachel Corrie berbeda.
"Israel akan peka pada kenyataan bahwa kami akan merekam apa yang terjadi dan streaming secara langsung," kata Shapiro.
(nrl/lrn)




















0 komentar:
Posting Komentar